Yogyakarta (06/02/2026) Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Rutin Tafsir At-Tanwir secara daring melalui Zoom Meeting pada Jum’at pagi. Pada kesempatan ini, kajian membahas Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 104–108 dengan tema Adab kepada Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan oleh Ustaz. Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us.
Dalam pengantarnya, Ustaz. Niki menjelaskan bahwa ayat 104–108 termasuk dalam bab bimbingan Allah kepada orang-orang beriman agar tidak meniru perilaku Bani Israil dan Ahli Kitab dalam memperlakukan para nabi dan rasul. Ayat-ayat ini menjadi landasan penting dalam membangun adab, baik kepada Rasulullah SAW maupun kepada figur-figur yang patut dihormati dalam kehidupan.
Ayat 104: Adab Berbahasa dan Etika Komunikasi
Pada ayat 104, Allah menegur orang-orang beriman agar tidak menggunakan kata ra‘ina, melainkan menggantinya dengan unzurna. Ustaz. Niki menjelaskan bahwa kata ra‘ina kerap diplesetkan oleh kaum Yahudi menjadi ejekan terhadap Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Allah memerintahkan penggunaan kata yang jelas, sopan, dan tidak multitafsir.
Ayat ini mengajarkan prinsip dasar etika komunikasi dan pendidikan, yakni pentingnya memilih kata-kata yang bermartabat, tidak ambigu, dan tidak membuka peluang penghinaan. Nilai ini relevan dalam konteks pendidikan modern, baik dalam hubungan dosen–mahasiswa, guru–murid, maupun interaksi akademik secara umum.
Ayat 105: Karunia Allah dan Sikap Dengki
Ayat 105 menjelaskan bahwa Ahli Kitab dan kaum musyrik tidak menginginkan kebaikan turun kepada kaum Muslimin. Menurut Ustaz. Niki, hal ini berakar dari kedengkian, karena mereka menyadari bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW kepada bangsa Arab akan membawa keunggulan dan keberkahan.
Ayat ini menegaskan bahwa karunia, termasuk kenabian dan kerasulan, sepenuhnya hak prerogatif Allah, bukan sesuatu yang dapat ditentukan oleh keinginan manusia. Sikap iri dan dengki justru menjadi penghalang seseorang dalam menerima kebenaran.
Ayat 106: Makna Nasakh dan Mukjizat
Dalam ayat 106, Ustaz. Niki menjelaskan konsep nasakh yang sering disalahpahami. Dalam Tafsir At-Tanwir, kata ayat pada ayat ini dimaknai sebagai mukjizat, bukan ayat Al-Qur’an. Dengan demikian, yang dimaksud penghapusan atau penggantian adalah mukjizat para nabi terdahulu, yang kemudian digantikan dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an.
Pandangan ini sekaligus menegaskan sikap Muhammadiyah bahwa tidak ada penghapusan ayat Al-Qur’an, melainkan peralihan bentuk mukjizat sesuai dengan kehendak Allah dan konteks zaman.
Ayat 107: Penguatan Tauhid dan Kekuasaan Allah
Ayat 107 menegaskan bahwa Allah adalah pemilik kerajaan langit dan bumi, serta satu-satunya pelindung dan penolong. Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan Allah, termasuk dalam menentukan risalah, karunia, dan jalan hidup manusia.
Ustaz. Niki mengaitkan ayat ini dengan sikap tawakal yang seimbang, yaitu menyadari takdir Allah sekaligus tetap berikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Ayat 108: Larangan Meniru Sikap Bani Israil
Pada ayat 108, Allah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak meniru perilaku Bani Israil yang kerap meremehkan nabi mereka dan menuntut sesuatu sesuai hawa nafsu. Ustaz. Niki menegaskan bahwa menukar iman dengan kekufuran merupakan bentuk kesesatan yang nyata, dan sikap tidak beradab kepada Rasul menjadi pintu kehancuran moral dan spiritual.
Penutup
Melalui kajian ini, peserta diajak untuk merefleksikan pentingnya adab dalam beragama, berilmu, dan bermasyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 104–108 menjadi pedoman agar umat Islam menjaga kesantunan, menjauhi sikap dengki, serta senantiasa menghormati Rasulullah SAW dan nilai-nilai kebenaran yang dibawanya.
JADWAL UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI TAHSINUL QUR’AN GENAP T.A. 2025/2026
/in Al Islam dan Kemuhammadiyahaan, Bimbingan Baca Alquran, Informasi, Kuliah, Kuliah AIK, Pengumuman, Tes Baca Qur'an, UADPengumuman Kelulusan Uji Kompetensi Baca Al-Quran 2023
/in PengumumanAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut Pengumuman Kelulusan Uji Kompetensi Membaca Al-Quran
Bagi Mahasiswa yang terdapat namanya dalam daftar dibawah ini maka dinyatakan lulus uji kompetensi dan tidak perlu lagi mengikuti perkuliahan Tahsin
Mahasiswa yang namanya tidak ada didaftar, mohon maaf anda belum lulus uji kompetensi dan wajib mengikuti perkuliahan Tahsin yang dilakukan secara offline mulai tanggal 20 November 2023 – 6 januari 2024. Untuk jadwad dan pembagian kelasnya silahkan bisa dikomunikasikan dengan TU fakultas/prodi
Fakultas Farmasi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Fakultas Sains dan Teknologi Terapan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Sastra Budaya dan Komunikasi
Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Psikologi
INFORMASI HASIL KELULUSAN UJI SERTIFIKASI KOMPETENSI TAHSINUL QUR’AN SEMESTER GENAP T.A. 2025/2026
/in Al Islam dan Kemuhammadiyahaan, Kuliah, Pengumuman, Tes Baca Qur'anAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Berikut Informasi Kelulusan Uji Sertifikasi Kompetensi Tahsinul Qur’an Semester Genap T.A 2025/2026 yang telah dilaksanakan pada Senin-Rabu, 11-13 Mei 2026 :
1. Mahasiswa yang terdapat namanya dalam daftar Lampiran berikut adalah mahasiswa yang dinyatakan Lulus pada uji sertifikasi kompetensi Tahsinul Qur’an
2. Mahasiswa yang dinyatakan Lulus dalam uji sertifikasi kompetensi Tahsinul Qur’an, maka nilai uji sertifikasi kompetensi akan menjadi nilai Sertifikasi Kompetensi Tahsinul Qur’an
3. Bagi mahasiswa yang Lulus dalam uji sertifikasi kompetensi Tahsinul Qur’an, tidak diwajibkan untuk mengikuti perkuliahan kelas sertifikasi Kompetensi Tahsinul Qur’an .
4. Bagi mahasiswa yang Tidak Lulus dalam uji kompetensi Baca Al-Qur’an, diwajibkan mengikuti perkuliahan kelas Sertifikasi kompetensi Tahsinul Qur’an yang dilaksanakan pada tanggal pada 1 Juni 2026 sampai dengan 18 Juli 2026 secara offline
5. Mahasiswa yang tidak hadir dianggap tidak lulus
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
FAST
FEB
FKIP
FKM
PSIKOLOGI
HUKUM
FTI
FSBK
FARMASI
Baitul Arqam Mahasiswa S1 angkatan 2025 Universitas Ahmad Dahlan
/in Informasi, Kaderisasi, Kuliah, Layanan, Pembinaan Mahasiswa, Pengumuman, UAD
Assalamualaikum, Hai Dahlan Muda khusus Mahasiswa S1 angkatan 2025 mimin ingin bagi info nih bahwa Baitul Arqam Mahasiswa sarjana Angkatan 2025 akan dilaksanakan dalam 2 Sesi :
Sesi 1 : 08-09 Mei 2026
Sesi 2 : 05-06 Juni 2026
Yuks segera daftarkan diri mu melalui portal masing – masing
Pendaftaran dari tanggal 20-24 April 2026
Langkah – langkah pendaftaran :
Buka Akun Portalnya masing – masing (https://portal.uad.ac.id/)
Pilih menu Kemahasiswaan – pilih baitul arqam – pilih pendaftaran
Pilih Sesi yang akan dikuti – pilih daftar
Jika sudah muncul tanda hijau di bagian atas maka “selamat anda sudah terdaftar
segera daftarkan dirimu, sebelum masa pendaftaran berakhir😃🙌!!!
Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi narahubung dibawah ini :
CP : +62 812-3706-3289/ +62 895-6379-67665
SINERGI MH UAD & PCM GIRISUBO LAHIRKAN GENERASI QURANI MELALUI FESTIVAL ANAK SHALIH 2026
/in BeritaGIRISUBO – Suasana penuh semangat menyelimuti Kapanewon Girisubo pada Minggu (8/3) saat digelarnya Festival Anak Shalih (FAS) perdana. Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi strategis antara mahasiswa KKN Mubaligh Hijrah (MH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 2026 dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Girisubo.
Sebanyak 40 TPA se-Girisubo mengirimkan delegasi terbaiknya untuk berkompetisi. Dalam perhelatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini, para santri memperebutkan trofi bergengsi dari Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD.
Terdapat 9 kategori lomba yang menjadi ajang pembuktian bakat, antara lain:
* Tartil & Hafalan Al-Qur’an
* Hafalan Doa & Adzan
* Kaligrafi
* Lomba Mewarnai & Menggambar (Kategori Putra & Putri)
Maulana Arinal Haq, selaku Ketua Panitia, mengaku terkesan dengan tingginya minat peserta. Ia optimis bahwa meski baru pertama kali diadakan, acara ini akan menjadi pondasi kuat bagi pembinaan karakter anak-anak di wilayah tersebut.
Sejalan dengan itu, Ketua PCM Girisubo, *lWismanto, menekankan bahwa FAS bukan sekadar ajang adu bakat. “Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami untuk memotivasi anak-anak agar lebih mencintai masjid dan semangat dalam memperdalam ilmu agama,” tuturnya.
Kesuksesan acara ini juga didukung penuh oleh jajaran pimpinan daerah. Pembukaan resmi dilakukan oleh Panewu Girisubo dengan disaksikan oleh perwakilan dari Polsek, Danposmil, KUA, hingga Lurah Nglindur.
Momentum ini juga menjadi momen haru karena dirangkaikan dengan penarikan mahasiswa KKN UAD secara simbolis oleh Muhammad Saeful Effendi, M.Pd.BI selaku perwakilan LPSI UAD. Melalui Festival Anak Shalih ini, diharapkan muncul tradisi dakwah baru yang mampu mencetak generasi muda Girisubo yang berakhlak mulia dan tangguh secara spiritual.
TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 104-108 : ADAB KEPADA NABI MUHAMMAD SAW
/in BeritaYogyakarta (06/02/2026) Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengajian Rutin Tafsir At-Tanwir secara daring melalui Zoom Meeting pada Jum’at pagi. Pada kesempatan ini, kajian membahas Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 104–108 dengan tema Adab kepada Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan oleh Ustaz. Niki Alma Febriana Fauzi, S.Th.I., M.Us.
Dalam pengantarnya, Ustaz. Niki menjelaskan bahwa ayat 104–108 termasuk dalam bab bimbingan Allah kepada orang-orang beriman agar tidak meniru perilaku Bani Israil dan Ahli Kitab dalam memperlakukan para nabi dan rasul. Ayat-ayat ini menjadi landasan penting dalam membangun adab, baik kepada Rasulullah SAW maupun kepada figur-figur yang patut dihormati dalam kehidupan.
Ayat 104: Adab Berbahasa dan Etika Komunikasi
Pada ayat 104, Allah menegur orang-orang beriman agar tidak menggunakan kata ra‘ina, melainkan menggantinya dengan unzurna. Ustaz. Niki menjelaskan bahwa kata ra‘ina kerap diplesetkan oleh kaum Yahudi menjadi ejekan terhadap Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Allah memerintahkan penggunaan kata yang jelas, sopan, dan tidak multitafsir.
Ayat ini mengajarkan prinsip dasar etika komunikasi dan pendidikan, yakni pentingnya memilih kata-kata yang bermartabat, tidak ambigu, dan tidak membuka peluang penghinaan. Nilai ini relevan dalam konteks pendidikan modern, baik dalam hubungan dosen–mahasiswa, guru–murid, maupun interaksi akademik secara umum.
Ayat 105: Karunia Allah dan Sikap Dengki
Ayat 105 menjelaskan bahwa Ahli Kitab dan kaum musyrik tidak menginginkan kebaikan turun kepada kaum Muslimin. Menurut Ustaz. Niki, hal ini berakar dari kedengkian, karena mereka menyadari bahwa diutusnya Nabi Muhammad SAW kepada bangsa Arab akan membawa keunggulan dan keberkahan.
Ayat ini menegaskan bahwa karunia, termasuk kenabian dan kerasulan, sepenuhnya hak prerogatif Allah, bukan sesuatu yang dapat ditentukan oleh keinginan manusia. Sikap iri dan dengki justru menjadi penghalang seseorang dalam menerima kebenaran.
Ayat 106: Makna Nasakh dan Mukjizat
Dalam ayat 106, Ustaz. Niki menjelaskan konsep nasakh yang sering disalahpahami. Dalam Tafsir At-Tanwir, kata ayat pada ayat ini dimaknai sebagai mukjizat, bukan ayat Al-Qur’an. Dengan demikian, yang dimaksud penghapusan atau penggantian adalah mukjizat para nabi terdahulu, yang kemudian digantikan dengan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an.
Pandangan ini sekaligus menegaskan sikap Muhammadiyah bahwa tidak ada penghapusan ayat Al-Qur’an, melainkan peralihan bentuk mukjizat sesuai dengan kehendak Allah dan konteks zaman.
Ayat 107: Penguatan Tauhid dan Kekuasaan Allah
Ayat 107 menegaskan bahwa Allah adalah pemilik kerajaan langit dan bumi, serta satu-satunya pelindung dan penolong. Ayat ini menguatkan keyakinan bahwa seluruh kekuasaan berada di tangan Allah, termasuk dalam menentukan risalah, karunia, dan jalan hidup manusia.
Ustaz. Niki mengaitkan ayat ini dengan sikap tawakal yang seimbang, yaitu menyadari takdir Allah sekaligus tetap berikhtiar dalam menjalani kehidupan.
Ayat 108: Larangan Meniru Sikap Bani Israil
Pada ayat 108, Allah memperingatkan kaum Muslimin agar tidak meniru perilaku Bani Israil yang kerap meremehkan nabi mereka dan menuntut sesuatu sesuai hawa nafsu. Ustaz. Niki menegaskan bahwa menukar iman dengan kekufuran merupakan bentuk kesesatan yang nyata, dan sikap tidak beradab kepada Rasul menjadi pintu kehancuran moral dan spiritual.
Penutup
Melalui kajian ini, peserta diajak untuk merefleksikan pentingnya adab dalam beragama, berilmu, dan bermasyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 104–108 menjadi pedoman agar umat Islam menjaga kesantunan, menjauhi sikap dengki, serta senantiasa menghormati Rasulullah SAW dan nilai-nilai kebenaran yang dibawanya.