PEMBEKALAN AIK MAHASISWA BPM 2025/2026 : MENGUATKAN PROFIL KADER ISLAM BERKEMAJUAN
Yogyakarta (30/01/2026) – Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa Beasiswa Program Misi (BPM) periode 2025/2026 pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologis, nilai, serta orientasi kader Muhammadiyah dalam menjalankan peran kepemimpinan mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan stadium general yang disampaikan oleh Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., Ketua MPK-SDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema “Profil Kader Islam Berkemajuan”, yang menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang berlandaskan dakwah, ilmu, amal, dan pembaruan (tajdid)
Profil Kader Islam Berkemajuan
.
Dr. Bachtiar menjelaskan bahwa Islam Berkemajuan merupakan Islam yang berpijak pada kemurnian ajaran (purifikasi), bersifat adaptif terhadap kemodernan, moderat, serta membawa kemaslahatan bagi semesta (rahmatan lil ‘alamin). Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter kader Muhammadiyah yang unggul secara spiritual, intelektual, dan sosial.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya profil kader Muhammadiyah yang memiliki orientasi sebagai kader umat, kader bangsa, kader kemanusiaan, dan kader persyarikatan. Pesan KH. Ahmad Dahlan juga kembali ditekankan, bahwa kader Muhammadiyah diharapkan mampu unggul di berbagai bidang keilmuan dan profesi, namun tetap membawa spirit pencerahan, pembelaan, serta kemajuan di mana pun berada.
Setelah stadium general, kegiatan pembekalan dilanjutkan dengan penyampaian materi di dalam kelas yang dibagi sesuai dengan angkatan masing-masing mahasiswa BPM. Sesi ini difokuskan pada pendalaman nilai AIK serta penguatan peran strategis BPM sebagai representasi mahasiswa yang berintegritas, berkemajuan, dan berkepribadian Muhammadiyah.
Melalui kegiatan pembekalan AIK ini, LPSI UAD berharap mahasiswa BPM periode 2025/2026 mampu menjadi kader persyarikatan yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga menginternalisasi nilai Islam Berkemajuan dalam kepemimpinan, pengambilan kebijakan, dan pengabdian kepada masyarakat.
