Pengajian Muhasabah-Refleksi Akhir Tahun

Dalam rangka menyongsong tahun baru Miladiyah 2015 , Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) mengadakan Pengajian Muhasabah sebagai salah satu bentuk dari Refleksi Akhir tahun. Hadir sebagai penceramah Prof. Dr. H.M.Amien Rais, M.A. More »

Rangkaian Lomba Keagamaan MILAD UAD 54th

Dalam rangka menyambut MILAD Universitas Ahmad Dahlan ke 54 Tahun, maka serangkaian acara pun dilaksanakan, termasuk Lomba Keagamaan yang diikuti oleh peserta dari Tingkat SMA / SMK /MA Muhammadiyah se Daerah Istimewa Yogyakarta. More »

Desain Kampus dan Masjid Islamic Modern UAD

Inilah desain bangunan yang menjulang 10 lantai akan menjadi pusat kegiatan akademik UAD menuju World Class University di Indonesia. Masjid Kampus Universitas Ahmad Dahlan akan menjadi Modern Islamic Center di Yogyakarta pada masa datang. More »

Pelatihan Khutbah

Pelatihan khutbah diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan di ikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UAD, More »

 

Tag Archives: Al Islam dan Kemuhammadiyahaan

Bimbingan Baca Qur’an Mahasiswa edisi UAS

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Kepada seluruh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan yang belum lulus Tes Baca Qur’an (TBQ), diwajibkan mengikuti bimbingan atau pembinaan di kantor Lembaga Pengembangan Studi Islam setiap jam kerja. Jadwal silahkan anda yang memilih sendiri.

Kabarkan berita ini ke mahasiswa lain. Trimakasih….

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Aurat dan Jilbab

Tartil dalam membaca Al Qur’an

Al Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang terkhir disampaikan kepada nabi Muhammad SAW melalui perantara jibril. Satu dari sekian banyak kemukjizatan Al Qur’an adalah balasan pahala bagi yang membacanya terlebih mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Al Qur’an memiliki banyak keistimewaan yang tidak dijumpai didalam kitab-kitab lain, sampai cara membacanyapun juga harus sesuai dengan aturan mainnya atau tart. Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Al Muzzamil ayat empat : “Dan bacalah Al-Qur’an itu secara tartil (perlahan-lahan),”

Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW supaya membaca Al-Qur’an secara seksama (tartil). Yakni membaca Al-Qur’an dengan perlahan-perlahan dengan bacaan yang fasih serta merasakan arti dan maksud dari ayat-ayat yang dibaca itu sehingga berkesan di hati.
Menurut Ustadz Fathoni, menukil pendapat Sayyidina Ali bin Abi Thalib, tafsir dari tartil adalah tajwidul huruf wa ma’rifatul wuquf, yakni membaguskan bacaan huruf-huruf Al-Qur’an dan mengetahui ihwal waqaf. Maka dapat di¬garisbawahi bahwa perintah membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar tartil, akan tetapi tartil yang se-tartil-tartil-nya, atau tartil secara maksimal dan optimal.