Pengajian Muhasabah-Refleksi Akhir Tahun

Dalam rangka menyongsong tahun baru Miladiyah 2015 , Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) mengadakan Pengajian Muhasabah sebagai salah satu bentuk dari Refleksi Akhir tahun. Hadir sebagai penceramah Prof. Dr. H.M.Amien Rais, M.A. More »

Rangkaian Lomba Keagamaan MILAD UAD 54th

Dalam rangka menyambut MILAD Universitas Ahmad Dahlan ke 54 Tahun, maka serangkaian acara pun dilaksanakan, termasuk Lomba Keagamaan yang diikuti oleh peserta dari Tingkat SMA / SMK /MA Muhammadiyah se Daerah Istimewa Yogyakarta. More »

Desain Kampus dan Masjid Islamic Modern UAD

Inilah desain bangunan yang menjulang 10 lantai akan menjadi pusat kegiatan akademik UAD menuju World Class University di Indonesia. Masjid Kampus Universitas Ahmad Dahlan akan menjadi Modern Islamic Center di Yogyakarta pada masa datang. More »

Pelatihan Khutbah

Pelatihan khutbah diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan di ikuti oleh seluruh dosen dan karyawan UAD, More »

 

Sejarah

SEJARAH DAN DINAMIKA LPSI

LPSI terlahir bukan dari ruang hampa yang tanpa alasan. Ataupun adanya juga bukan sim salabimabra kadabra ada tanpa makna. Kelahiran LPSI sarat akan sebuah kebutuhan dan kepentingan di dalamnya.

Bentuk LPSI yang sekarang kita lihat merupakan perjalanan panjang dari masa ke masa dengan berbagai dinamika dan perkembangannya. Ada fase dimana LPSI diakui dan terkadang terpuruk. Semua itu hal lumrah, karena eksponen sejarah selalu berkata demikian. Berikut ini akan disajikan sebuah gambaran singkat perjalanan LPSI dari periode ke periode dengan segala bentuk dinamikanya. Mengapa kemudian hal ini perlu diungkap?

Menela’ah masa lalu memang terkadang terkesan membuang-buang waktu, namun sesungguhnya hal inilah yang terpenting. Menela’ah masa lalu bisa dikatakan memotret perjalanan masa lalu. Dalam potret-potret masa lalu kita dapat melihat mana adegan yang baik dan negatif, “kurang enak dipandang”.  Adegan yang baik biasanya kita abadikan dan yang negatif mungkin kita simpan di tempat yang paling tersembunyi agar tidak menjadi cemooh.

Dalam konteks inilah tela’ah masa lalu menjadi perlu dilakukan. Tanpa memotret perjalanan LPSI tempoe doeloe, kita tidak paham mana yang baik dan perlu dikembangkan, dan mana yang negatif (kurang relevan) sehingga bukan hanya ditinggal melainkan direkonstruksi ulang menjadi positif. Paparan dalam bab ini akan diawali dengan sub tema Melacak Jejak Lahirnya LPSI, lalu dilanjutkan dengan Dinamika LPSI dari Periode Ke Periode. Setelah itu kita akan masuk pada tema Alasan Obyektif Pendirian LPSI. Kemudian kita akan mengulas LPSI periode sekarang dinamikanya selama lima tahun ke belakang, realisasi program dan sumbangsihnya untuk universitas.

 

  1. Melacak Jejak Lahirnya LPSI

Metamorfosis LPSI menjadi bentuknya yang sekarang sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 1981. Waktu itu UAD masih sebagai IKIP Muhammadiyah Yogyakarta dan dipimpin oleh Wasis Aziz, S.H (Rektor II IKIP Muhammadiyah).  Melihat kondisi kampus yang kering akan kegiatan keislaman, Drs. Riezam D.T, mengusulkan kepada Rektor untuk membuat wadah yang berfungsi untuk membina urusan keagamaan dan kemuhammadiyahan. Usulan ini kemudian disetujui dan Drs. Riezam DT., diamanahi untuk mengkonsep wadah tersebut.

Dalam perenungan yang dalam munculah bentuk yang diinginkan tersebut, yaitu PPK (Pusat Pembinaan Keislaman/Kemuhammadiyahan). Misi dari PPK adalah menjadi lembaga yang mampu menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika IKIP Muhammadiyah Yogyakarta untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan penghayatan ajarannya.

PPK dan misi besarnya tersebut diamanahkan oleh Rektor kepada Drs. Riezam DT. selaku Ketua dan Drs. Mansur sebagai sekretaris. Adapun pada waktu seluruh dosen pengampu AIK (Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) otomatis menjadi anggota PPK.

Program yang dilakukan PPK diantaranya menggerakkan pembayaran Zakat, Idul Qurban, dan pengajian dosen-karyawan serta mahasiswa.

Karena dirasa perlu ada sebuah fokus dan pengembangan dalam program,  tahun 1983 PPK dirubah menjadi PPPAK, Pusat Pembinaan dan Pengembangan al-Islam dan Kemuhammadiyahan. PPPAK ini mulai mengembangkan kuliah al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Semula kurang sistematis kemudian dibuatlah kurikulum yang lebih rigid dan terpola meskipun masih menggunakan kurikulum untuk sekolah menengah atas.

Di tahun 1985 PPPAK berubah menjadi LPSI (Lembaga Pengembangan dan Studi Islam). Lembaga Pengembangan dan Studi Islam ini secara garis besar program kerjanya terbagi menjadi dua, yakni untuk pengembangan pembinaan keislaman dan pengelolaan kuliah AIK (al-Islam dan Kemuhammadiyahan) atau studi Islam. Sejak tahun inilah perkuliahan AIK menggunakan kata Studi Islam. Adapun kurikulum tersebut dapat kita lihat sebagai berikut;

Tabel. 1

Silabi AIK Tahun 1985

SEMESTER

KEMUHAMMADIYAHAN

AL-ISLAM

I

Pengantar Kemuhammadiyahan. Pengantar Al-Islam

II

Latar belakang sejarah Muhammadiyah. Al-Qur’an dan As-Sunnah.

III

Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah Al-Islam dan Aqidah

IV

Kepribadian Muhammadiyah Ahlak

V

MKCH Ibadah: Thaharah dan Shalat.

VI

Khittah Perjuangan Muhammadiyah.

Ibadah: Puasa, Zakat, Haji.

VII

Keputusan-keputusan Tarjih Mu’amalah

VIII

Keputusan-Keputusan Tarjih Mu’amalah

 

Di tahun 1992, Kepala LPSI yang semula diamanahkan kepada Drs. Riezam DT. kemudian diserahkan kepada Muhammad Muqaddas, LC. Adapun susunan kepengurusan di zaman ini sebagai berikut;

Ketua                   : Muhammad Muqaddas

Sekretaris            : Drs. Mansur

Anggota               : 1. Waharjani

2. Parjiman

Pada masa kepengurusan Muhammad Muqaddas            tidak ada perubahan yang begitu mendasar dari periode sebelumnya. Penekannya masih berkutat pada penguatan pembinaan Keislaman dan pengelolaan perkuliahan AIK.

Pada tahun 1996, dikarenakan kesibukan dan rangkap jabatan sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, amanah yang diberikan kepada Muhammad Muqaddas LC. diserahkan kembali, lalu Rektor kemudian menugaskan Drs. Mundzirin Yusuf, M.Si. untuk mengelola LPSI.  Adapun kepengurusan LPSI periode ini sebagai berikut;

Ketua                   : Mundzirin Yusuf

Sekretaris            : Mansur

Anggota               : 1. Waharjani

2. Parjiman

Pada periode ini nama LPSI dirubah, yang semula LPSI dengan kepanjangan Lembaga Pengembangan danStudi Islam diganti menjadi LPSI tanpa dan, Lembaga Pengembangan Studi Islam. Dari perubahan nama tersebut dimaksudkan LPSI merubah orientasinya, sudah bukan melulu mengurusi pembinaan keislaman, melainkan harus melangkah pada pengkajian dan pengembangan studi Islam.

Zaman dengan gegap gempita pemikirannya, memang menuntut LPSI untuk turut serta menjadi aktor yang dapat mempengaruhi mainstreams berfikir umat Islam. Dari perbedaan orientasi pada zaman ini kajian keislaman dan research Keislaman mulai dikembangkan.

Di tahun 1999, dikarenakan ketua Lembaga juga rangkap jabatan sebagai Dekan FAI, sehingga dirasa program LPSI tidak berjalan secara optimal, maka amanah yang diserahkan kepada Drs. Mundzirin Yusuf ditarik kembali dan diserahkan kepada Muhammad Kurdi, M.Pd. Adapun susunan kepengurusan ini masih sangat sederhana;

 

Ketua                   : Muhammad Kurdi, M.Pd.

Sekretaris            : Drs. Parjiman

Anggota               : Seluruh dosen FAI.

Di tahun 2001, dikarenakan perlu adanya penguatan akhirnya Rektor melakukan restrukturisasi kembali. Adapun hasil restrukturisasi tersebut sebagai berikut:

 

Tabel 2.Struktur LPSI Tahun 2001

NO

NAMA

JABATAN

1.

Drs. H. Muhammad Kurdi, M.Pd. Kepala

2.

Drs. H. Moh. Riezam DT. Wakil Ketua

3.

Drs. Parjiman Sekretaris

4.

Drs. H. Moh. Riezam DT.

Ketua Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembinaan al-Islam dan Kemuhammadiyahan (PPKPIK)

5.

Nur Kholis, S.Ag. Anggota

6.

Drs. Mustafa Kamal Pasha Anggota

7.

Drs. M. Sudarto, M.Ag. Anggota

8.

Drs. Waharjani, M.Ag,

Ketua Pusat Akademi dan Penelitian al-Islam dan Kemuhammadiyahan (PAPIK)

9.

Yusroh Wahab, S.S. Anggota

10.

H. Sulkhan Zainuri, S.Ag. Anggota

11.

Suyanto, S.Ag.

Ketua Pusat Pengabdian dan Penyuluhan al-Islam dan Kemuhammadiyahan (PPIK)

12.

Drs. Margono Puspo Anggota

13.

Drs. Anhar Anshari, M.Ag. Anggota

 

Akibat dari restrukturisasi ini nama LPSI yang periode sebelumnya menafikan kata “dan” kini dimunculkan kembali. Alasannya jika nama tersebut dihilangkan LPSI akan kehilangan spirit menggerakkan dan menggembirakan pembinaan Keislaman.

Pada periode ini perubahan kurikulum AIK terjadi. Di awal-awal kepengurusan diadakanlah workhsop perubahan kurikulum, dan sejak periode ini  kurikulum perkuliahan AIK menjadi lebih terarah. Adapun hasil dari workshop tersebut adalah sebagai berikut;

Tabel 3. Mata Kuliah AIK Semester Genap

NO

MATA KULIAH AIK

SEM

1

FiqihIbadah

II

2

AkidahAkhlak

IV

3

ManajemenDakwah

VI

4

FiqihMunakahat

VIII

 

 

 

Tabel 4. Mata Kuliah Studi Islam Semester Ganjil

NO

MATA KULIAH STUDI ISLAM

SEM

1

PengenalanDasar-dasar al-Quran dan as-Sunnah

1

2

GerakanPembaharuandalam Islam

3

3

Muhammadiyah

5

4

KapitaSelektaStudi Islam

7

 

 

 

 

  1. DINAMIKA LPSI DARI PERIODE KE PERIODE

Untuk melihat dinamika kinerja LPSI dari periode ke periode kita dapat melihat tabel perbandingan kinerja LPSI sebagai berikut;

 

Tabel 5. Metamorfosa LPSI

Tahun

Metamorfosa LPSI

Fokus Kerja

1981 PPAK

(Drs. Riezam DT)

  • Menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan pengahayatan ajarannya.
  • Contoh: Menggerakkan zakat, pengajian dosen dan karyawan.

1983PPPAK

 

(Drs. Riezam DT)

  • Menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan pengahayatan ajarannya.
  • Mengembangkan kuliah al-Islam dan Kemuhammadiyahan meskipun kurikulumnya kurang sistematis.
  • Pembinaan keislaman.
  • Contoh: Pembinaan pembina baca al-Qur’an, penyelenggaraan idul Qurban.

1985LPSI

 

(Drs. Riezam DT)

  • Menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan pengahayatan ajarannya.
  • Mengembangkan kurikulum kuliah AIK menjadi lebih sistematis.
  • LPSI menjadi koordinator perkuliahan al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
  • Mengembangkan dana independen untuk program kerja LPSI karena pada waktu itu lembaga tidak didanai kampus.
  • Muncul gagasan research meskipun belum fokus, misal: Identifikasi ayat-ayat dalam Qur’an yang terkait dengan pendidikan.

1992LPSI

 

Lembaga Pengembangan dan Studi Islam

(Muhammad Muqaddas, LC.)

  • Menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan pengahayatan ajarannya.
  • Menjalankan perkuliahan AIK.

1994LPSI

 

Lembaga Pengembangan Studi Islam

(Drs. H. Mundzirin Yusuf, M.Si.)

  • Menggerakkan dan menggembirakan civitas akademika untuk mempelajari dan memahami agama Islam sesuai dengan yang dipahami Muhammadiyah serta membimbing pengamalan dan pengahayatan ajarannya.
  • Mengembangkan Kajian dan Studi Keislaman. Oleh karena itu kata “dan” untuk kepanjangan LPSI dihilangkan yang sebenarnya untuk menguatkan fokus atau orientasi lembaga.

1999LPSI

 

Lembaga Pengembangan dan Studi Islam

Muhammad Kurdi, M.Pd.

  • Menggerakkan dan menggembirakan ajaran Islam dan kemudian mengamalkannya.
  • Merancang dan mengembangkan orientasi berilmu pengetahuan yang berdasarkan moral Islam.
  • MembinadanmenciptakankehidupanIslami di Kampus.
  • Membekalikemampuan Alumni Universitas Ahmad Dahlan agar dapatberamarma’rufnahimunkardanmembawasyiar Islam.
  1. ALASAN OBYEKTIF PENDIRIAN LPSI

Setidaknya berdasarkan fakta di lapangan, ada tiga alasan obyektif berdirinya LPSI;  (1) alasan teologi amar ma’ruf nahi munkar; (2) alasan objektif sosiologis yang mengharuskan mendorong syiar dakwah keislaman; dan (3) alasan tanggung jawab structural sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah.

Alasan teologi yang dimaksud disini adalah spirit amar ma’rufnahimunkarsebagaimanatermaktubdalamsurat Ali Imran (3): 110:

)كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ …)

 (آل عمران:110)

Alasan kedua adala kondisi sosiologis masyarakat. Dimana pada waktu itu problem keumatan sekularisasi ilmu pengetahuan dan gozwul fikri sedang mencengkram benak pemikiran umat Islam dan bangsa ini. Budaya barat yang begitu pesat diadopsi tanpa sebuah adaptasi kritis menjadi faktor yang sangat  mengkhawatirkan. Dalam kondisi-kondisi krisis seperti ini kebutuhan akan jalan alternatif untuk menyelesaikan masalah menjadi hal yang penting. Dimunculkannya LPSI merupakan sebuah historical necessity untuk alternatif jawaban meskipun lingkupnya terbatas pada kampus.

Alasan ketiga adalah bahwa setiap amal usaha Muhammadiyah punya komitmen kuat dalam mendorong visi misi Muhammadiyah.Untuk itu misi Universitas Ahmad Dahlan, selain misi Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan mempunyai misi dalam pengembangan studi Keislaman dan Kemuhammadiyahan.

 

 

  1. DINAMIKA LPSI LIMA TAHUN TERAKHIR

Setelah SK Rektor Nomor: 09 Tahun 2004 dikeluarkan, Kepala LPSI mengadakan perubahan struktur organisasi menjadi tiga fokus kerja; 1) perbaikan kurikulum dan silabi AIK; 2) pembinaan kehidupan Islami untuk seluruh masyarakat kampus; dan 3) pengembangan kajian keislaman dan penerbitan. Untuk memperkuat capaian target program tersebut maka struktur organisasi LPSI dirubah sebagaimana berikut;

 

Tabel. 6 Struktur LPSI Tahun 2004

NO

NAMA

JABATAN

1

Drs. AnharAnshari, M.Ag. Kepala

2

Thonthowi, S.Ag Sekretaris

3

Drs. Mansur Bendahara

4

Drs. Parjiman DivisiPembinaanKehidupan

IslamidanPengabdian

Masyarakat (PKIPM)

5

DadyNurhaedi, S.Ag.,M.Si.Devisi Al-Islam danKemuhammadiyahan (AIK)

6

NurKholis, S. Ag.DevisiPengajiandanPenerbitan (PP)

 

 

Dari struktur  di atas dapat terlihat bahwa LPSI periode ini sangat ideal. Kegundahan yang pernah terjadi pada tahun  1994, bahwa LPSI harus mampu bergerak di bidang kajian keislaman sudah terjawab dengan dibentuk Devisi Pengajian dan Penerbitan (PP). Sementara itu untuk pembinaan kehidupan Islami juga tidak terabaikan, justru semakin kuat dengan adanya Divisi Pembinaan Kehidupan Islami dan Pengabdian Masyarakat (PKIPM).